home news guestbook contact
Kamis, 23 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Sambut 1 Syawal 1432 H, Bersama Festival Beduq dan Gema Takbir

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 26 August 2011, 5:18 pm


Suara Bedug dan takbir se-Ketapang akan segera menggema mulai pukul 19.30 WIB pada 29 Agustus 2011 di Taman Hiburan Lapangan Sepakat Ketapang.Pasalnya, pada malam mengakhiri ibadah Ramadhan 1432 H di kabupate Ketapang, King Borneo Entertainment Kabupaten Ketapang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, mengemas Festival Bedug dan Gema Takbir Beregu se-Kab. Ketapang.


“Kegiatan ini tidak mengurangi khidmatnya dzikir kepada Sang Pencipta, Allah Swt. Kumandang Takbir, Tahmid dan Tahlil tetap dilaksanakan bahkan memberikan nilai edukasi bagi peserta dan penonton yang menyaksikannya,” kata Yudo Sudarto, SP, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga kabupaten Ketapaang.
Sementara itu, Maulana Harva, SP Ketua King Borneo Entertainment menerangkan maksud dan tujuan festival bedug dan gema takbir adalah dalam rangka Melestarikan warisan budaya leluhur tempo dulu. Melalui Festival Tabuh Bedug se-Kabupaten Ketapang ini juga diharapkan syiar Islam akan lebih semarak. Upaya ini juga sebagai alternative hiburan yang positif bagi masyarakat Ketapang dalam rangka memeriahkan Perayaan Hari Raya Idul Fitri. Sisi lain, sebagai sarana dalam upaya meningkatkan kreativitas seni sehingga akan lahir para penabuh beduk dan pelantun takbir yang handal dan Sebagai ajang silaturahmi dan membina persahabatan antar masyarakat Kabupaten Ketapang.
Didampingi Heri Susanto dari Bidang Pariwisata, Dinas Budparpora Ketapang, ditegaskan bahwa Takbir keliling dengan mengumandangkan kalimat - kalimat agung seperti Takbir, Tahmid dan Tahlil merupakan kegiatan yang utama dan sudah menjadi tradisi dalam masyarakat muslim di Indonesia disaat menyambut Hari Raya Idul Idul Fitri. Begitu pula halnya di Kabupaten Ketapang. Misi mulia dari kegiatan ini ialah Syi'ar Islam. Yakni, untuk diperlihatkan kepada khalayak umum bahwa Islam itu indah, mulia dan agung, disamping itu Islam juga bersaudara dan mengutamakan silaturahmi, serta Islam itu damai dan ramah.
Menurut Maulana Harva, SP Ketua King Borneo Entertainment dalam perjalanannya, Takbir Keliling yang semestinya memberikan nuansa religius di malam Idul Fitri, mengingat dilaksanakan dengan pawai berkendaraan, maka yang ada justru perilaku yang kurang simpatik dalam pemakaian jalan raya sebagai jalan umum. Etika dalam berlalu lintas tidak diindahkan, suara bising knalpot yang saling bersahutan membuat telinga setiap orang yang mendengar terganggu disamping itu Pukul beduk sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Ketapang untuk menandai akan dimulainya salat berjamaah lima waktu. “Namun, seiring perkembangan zaman kebiasaan ini mulai memudar. Melihat kondisi yang demikian, dalam rangka melestarikan warisan budaya leluhur tempo dulu, maka Kami mencoba mengubah pola konvoi takbir keliling dengan kegiatan yang dikemas secara apik berupa Festival Bedug dan Gema Takbir Beregu se-Kab. Ketapang,” terangnya. ***(Andy Candra, humas Setda Ketapang)

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007