home news guestbook contact
Kamis, 19 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Wisata Pantai Air Mati,Tempat Persinggahan Burung Migran

Pengirim : andy candra
Tanggal : 5 April 2011, 5:46 pm


gambar: Seekor Trinil ekor kelabu (Tring brevipes) yang berhasil direkam oleh Abdurachman.

PANTAI Air Mati yang terletak di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan merupakan salah satu objek wisata yang diandalkan. Pasalnya, selain hamparan pasir yang indah menghadap Selat Karimata, pada lokasi dominan ditumbuhi pohon bakau tersebut merupakan salah satu kawasan pengamatan burung (Bird Watching).
Kawasan ini juga menjadi satu area bagi pengamat burung dari Kawan Burung Ketapang (KBK). Salah sosok yang aktif mengamati burung itu tak lain adalah Abdurachman Alqadri. Usai menjalani aktivitas mengajar para siswa di Sekolah dasar di Desa Pematang Gadong, Kecamatan Matan Hilir Selatan, ia pun menjalani aktifitas pengamatan burung. Menyalurkan hobby mengamati burung, kadang ia terlihat di Hutan Kota Kelurahan Sukaharja sambil membawa kameranya. Jika tak di hutan kota, pengamat burung yang bergabung di KBK itu pun kadang terlihat di Pantai Air Mati.
Hal itu juga yang dilakoninya pada hari Sabtu, 28 Maret 2011. Seekor Trinil ekor kelabu (Tring brevipes) berhasil direkam di kamera merk Nikon miliknya. Selain itu, sejumlah foto burung migrant tak jarang diabadikannya, seperti burung migrant yang berkembang biak di Alaska dan kanada yang bermigran di musim dingin. Dalam perjalanan migrant burung tersebut, seringkali persinggahan terlihat di Tanah Kayong. Hasil jepretannya itu, kadang didiskusikannya dengan penghoby yang sama, tentu saja yang tergabung dalam Kawan Burung Ketapang. Bagi Abdurahman, mengamati burung hanya sebatas hoby. Dibalik itu, ia mengaku manfaatnya bisa menghirup udara yang segar. Dengan mengamati keriangan burung dibalik kehijauan daun pohon, ia mengamati pikiran menjadi tenang dan merasakan kebesaran sang pencipta. “Mengamati burung, secara langsung kita menghirup udara segar,” kata Abdurachman.
Trinil ekor kelabu (Tringa brevipes) diakui Yudo Sudarto SP, M.Si adalah salah satu burung banyak terdapat di Obyek Wisata Pantai Air mati. Pendiri Kawan Burung Ketapang (KBK) menuturkan burung yang mencari makan di pantai berlumpur dan sawah ini berukuran sedang sekitar 25.cm. Burung ini merupakan salah satu burung. migran atau pendatang dari luar negeri. Bahkan merupakan salah pengunjung tetap di pantai air mati.
Pada bulan Maret dan April, burung tersebut masih dapat di liat di kawasan pantai air mati. Foto yang diambil Perkumpulan pengamat burung (bird watching) Kawan Burung Ketapang (KBK) dapat menjepret burung yang masih asyik mencari makan di wilayah indonesia sampai bulan april ini. Burung ini bermigrasi dari tempat asalnya ke benua dengan iklim tropis atau negara yang memiliki iklim tropis untuk menghindari musim dingin yang berlangsung di tempat asalnya.
Jenis burung ini berbiak di Siberia dan melakukan migrasi ke selatan pada musim dingin sampai ke Australia dan Selandia Baru. Indonesia termasuk pantai airmati di desa Sungai Awan Kecamatan Muara Pawan merupakan daerah yang menjadi tujuan migrasi pada jenis ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ketapang Yudo Sudarto, SP. M.Si menjelaskan tentang migrasi burung burung dari manca negara. Meski pantai Ketapang tidak jernih , banyak lumpur, justru banyak terdapat makanan alami bagi burung, sehingga mereka betah singgah di kawasan ini., Selain itu pantai berlumpur menjadi habitat yang baik bagi hutan bakau dengan segenap ekosistemnya.
Beberapa jenis burung yang singgah dikawasan ini adalah Jenis burung migran itu adalah derek besar (Pluvialis squatarola), trinil berdaran (Tringa cinereus), gajahan pengala (Numenius phaeopus), biru laut ekor blorok (Limosa lapponica), dara laut (Sterna sp), gajahan besar (Numenius arquata), trinil ekor kelabu (Tringa brevipes), dan trinil kaki merah (Tringa totanus). berbagai jenis bangau egreta. seperti Ardea purpurea Bubulcus ibis,Egretta sacra, Egretta alba dan lain-lain. “Pengamatan Burung (Bird Watching),dewasa ini banyak diminati dan menjadi salah satu daya tarik dalam pengembangan wisata di daerah ini,” ucap Yudo Sudarto menjelaskan.***


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007