home news guestbook contact
Kamis, 14 November 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Sungai Pesaguan Tiga

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 27 July 2019, 10:57 pm


Pembangunan Jembatan Sungai Oesaguan III, kembali dilanjutkan pada APBD TA 2019. Alokasi anggaran pembangunan pada tahun 2019 sebesar Rp 7,5 milyar. Pada tahun 2019, pembangunan jembatan direncanakan tuntas dan dapat dipergunakan masyarakat.

Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos, Sabtu (27/7) bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau lokasi pembangunan jembatan. Menurut Bupati Ketapang, ia hadir di lokasi pembangunan jembatan bersama Plt Kadis PUTR, Kasat Polisi Pamong Praja, Camat Tumbang Titi, mantan Kades Jungkal dan lain-lsin, karena dirinya memandang jembatan tersebut sangat penting untuk pelayanan publik Hal tersebut, sesuai dengan visi dan misi Bupati Ketapang, yaitu Ketapang maju menuju masyarakat sejahtera.
Misi tersebut adalah meningkatkan insfrastruktur daerah. Karena itu, sangat penting dilanjutkannya pembangunan jembatan tersebut. Menurut Bupati, jembatan tersebut akan disebut jembatan sungai pesaguan tiga.
Jembatan pertama berada di sungai kuala Pesaguan Kecamatan Matan Hilir Selatan. Jembatan Sungai Pesaguan Dua berada di Tumbang Titi dan Pesaguan tiga di Desa Nanga Kelampai. Jembatan ini menghubungkan akses dari Desa Pematang Jaya ke Jungkal ke Nanga Kelampai.
Diterangkan Bupati Ketapang, kedepan pihaknya akan meminta pihak PUTR melaksanakan perawatan jalan Jungkal ke pinang sehingga suatu saat kalau bandara jadi, maka akses masyarakat selatan menuju bandara lewat jalur ini lebih dekatnya. Begitu juga, jika ada masyarakat yang memiliki kebun di kiri kanan sungai bisa terhubung dengan jembatan sehingga bisa angkut dengan kendaraan besar. Dikatakan Martin Rantan, kalau saat ini masyarakat hanya bisa menggunakan jembatan darurat yang hanya untuk sepeda motor. Namun ketika nanti pembangunan jembatan sudah selesai maka akan sangat membantu transportasi masyarakat.
Diterangkan Bupati, pada Tahun 2019 berdasarkan laporan dari Plt Kepala Dinas PUTR telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 7.5 milyar.
Sementara itu, mantan Kepala Desa Jungkal, M.Talip mengatakan kalau sudah terbangun akses jalan ini terutama khususnya Desa Jungkal - Kelampai , maka menjadikan jalan penghubung desa Pinang sampai Kendawangan bisa lancar. "Supaya nanti masyarakat aksesnya umtuk perkebunan nyaman dan bisa dinikmati masyarakat Kecamatan Marau- Air upas bisa lewat dari sini," katanya.
Ia berharap kedepan Kabupaten Ketapang bisa membangun akses jalan tersebut. Ini juga merupakan harapan masyarakat Nanga Kelampai. Hal ini ditegaskan Heronimus. Menurut warga Nanga Kelampai ini bahwa masyaraakat senang dengan diadakannya pembangunan jembatan tersebut. "Sudah pasti secara ekonomi kehidupan masyarakat bisa terangkat dan kehidupan bisa maju," tuntasnya.@


Tim Humpro di Lapangan: Kabag Humpro, Protokol, Darnain dan Darul Hadi

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007