home news guestbook contact
Rabu, 26 Juni 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

PERINGATAN HARI KEBANGKITA NASIONAL KE-111

Pengirim : Andy candra
Tanggal : 20 May 2019, 10:01 pm


Peringatan Hari kebangkitan Nasional ke 111 Tahun 2019, ditandai dengan uoacara di Halaman kantor Bupati Ketapang. bertindak sebagai inspektur upcaera adalah Wakil Bupati ketapang, Drs H.Suprapto S.

Berikut Sambutan Wakil Bupati Ketapang dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman Kantor Bupati Ketapang


Bemang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “amukti palapa". namun meski sampai saat ini masth belum diperoleh pengetahuan yang pasti., umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan diri sang mahapatih gajah mada.
artinya ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan nusantara. sumpah palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin, persatuan indonessa. wilayah nusantara yang disatukan oleh gaja mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam negara kesatuan republik indonesia saat ini. peringatan hari kebangkitan nasional yang ke- 111, 20 mel 2019, .kali ini sangat relevan jika dimaknasi dengan teks sumpah palapa tersebut. kita berada dalam situasi . pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. kita. mengaspsrasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun sernua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam den mengoyak persatuan sosial kita
sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota. kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.
telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang handal dengan berdirinya organisasi boedi oetomo. dalam, kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis
yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa menjaga persatuan sampai detik ini oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu .segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan indonesia.
apalagi peringatan hari kebangkitan nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan ramadan. bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. hingga pada akhirnya, pada ujung bulan ramadan nanti, kita bisa seperti mahapatih gadjah mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersiti berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara saudara di sekitar kita dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan hari kebangkitan nasional, disematkan tema "bangkit untuk bersatu". kebangkitan untuk persatuan.
bangsa ini adalah bangsa yang besar. yang telah mampu terus rnenghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. kuncinya ada dalam dwillingga salin suara berikut ini: gotong-royong
ketika diminta rnerumuskan dasar negara indonesia dalam pidato di hadapan badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan indonesia, bung karno, menawarkan pancasila yang berintikan lima asas. nama bapak proklamator republik indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu "sila" tunggal, maka yang menjadi intinya core of the core, adalah gotong-royong.
menurut bung karno: jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong gotong royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama.
amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama, itulah gotong-royong
yel-yel "holopis-kuntul baris" adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah jawa, digunakan sebagai paduan wara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. yel-yel ini disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa.
bukan hanya di tanah jawa, semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh nusantara. ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat dl seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di indonesia. sebagaimana diserukan oleh bapak presiden joko widodo pada pidato di depan sidang tahunan majelis permusyawaratan rakyat republik indonesia tahun 2018 lalu,
dari tanah minang kita diimbau dengan petuah “barek same dipikua, ringan samo dijinjiang”. kita juga diwarisi pepatah sunda yang berbunyi, sacangreud pageuh, segolek pangkek”. dari bumi anging mamiri, kita bersama-sama belajar “reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata”. dari bumi gora, kita diminta: “bareng bejukung, bareng bebose”. dari banua banjar kita bersama-sama menjunjung ,waja sampai kaputing”. semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong.
meski kita gali dari kearifan nenek-moyang kita yang teiah dipupuk selama berabad-abad, namun sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta. sampai kapanpun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai sebuahtuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.
dengan bertumpu pada kekuatan jumlah cumber daya manusia dan populasi pasar, indonesia akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam negara-negara besar lainnya seperti tiongkok, amerika serikat, india, ekonomi indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. kuncinya terietak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan.
akhir kata, saya haturkan selamat memperingati han kebangkitan nasional yang keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan mernbawa kita rnenuju kejayaan di pentas global.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007