home news guestbook contact
Minggu, 15 Desember 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Peringatan Isra’ dan Mi’raj PHBI Ketapang

Pengirim : aspul anwar
Tanggal : 7 August 2008, 5:18 pm


Ribuan umat Islam memenuhi Mesjid Al-Ikhlas yang terletak di Jl. Agus Salim untuk mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Drs. Haitami Salim, M.Ag., dalam peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

yang diadakan oleh Panita Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ketapang berkerja sama dengan pengurus Mesjid Al-Ihklas. Hadir dalam peringata Isra’ dan Mi’raj ini Bupati Ketapang, yang diwakili oleh Kabag Sosial Setda Ketapang, Drs. H. Mad Noor Hamid, Kepala Kantor Departemen Agama Ketapang, Drs. Sjamsuridjal, Pengurus Mesjid Al-Ikhlas, Pengurus PHBI Kabupaten Ketapang dan para undangan.
Ketua PHBI Ketapang H.A. Habib Azan Thalib dalam sambutannya mengungkapkan bahwa adanya peringatan Isra’ dan Mi’raj ini merupakan upaya untuk mempertebal iman dalam mencintai Allah dan Rasulnya. Pondasi iman yang kuat merupakan modal dasar untuk mewujudkan syariat Islam dalam kehidupan berbangsa, bernegara untuk mencapat masyarakat Madani. Diungkapkan juga oleh Habib Azan bahwa di era globalisasi ini fondasi iman harus benar-benar kokoh, karena dewasa ini banyak permasalahan dan perbuatan manusia yang dapat menggoyahkan dan merapuhkan keimanannya. “Sudah saatnya bagi seorang muslim memiliki fondasi iman yang kokoh sebagai pembenaran yang pasti akan wujud Allah SWT,” katanya.
Kepala Kandepag Kabupaten Ketapang Drs. Sjamsuridjal, dalam sambutannya megatakan bahwa kondisi Kabupaten Ketapang yang kondusif merupakan modal dasar dalam membangun kehidupan yang lebih baik sebagai dasar untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Kehidupan umat Islam kata dia berlangsung rukun dan damai dalam kehidupan yang sakinah, mawaddah, dan wa rahmah. Kondisi seperti ini perlu terus dijaga dan perlu di tingkatkan dengan semangat toleransi. “Dan tentunya perlu terus dibina serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan semangat untuk beribadah,” kata dia.
Bupati Ketapang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kabag Sosial Setda Ketapang, Drs. H. Mad Noor Hamid mengungkapkan tentang pentingnya menjalankan ibada sholat adanya peringatan Isra’ dan Mi’raj mengingatkan umat Islam tentang perjalanan Nabi Besar Muhammad SAW dari Sidratul Muntaha dengan segala aktivitas manusia yang diperlihatkan oleh Allah SWT. Tujuan perjalanan tersebut untuk menerima kewajiban sholat lima Waktu. “Hal ini menunjukan betapa pentingnya ibadah sholat bagi umat Islam dan merupakan kewajiban yang tidak dapat ditunda,” katanya.
Mengingat betapa pentingnya ibadah sholat ini lanjut Bupati hendaklah perintah Sholat ini ditanamkan dalam jiwa anak-anak sejak dini. Untuk itu peran orang tua merupakan suatu kewajiban memberikan pendidikan kepada anak-anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Ditambahkan oleh Bupati bahwa pada saat ini masih banyak masyarakat yang kurang menyadari pentingnya sholat terutam sholat berjamaah hal ini dapat dibuktikan dengan masih banyak mesjid-mesjid yang kosong ketika sholat lima waktu. “Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena selama ini kita hanya mampu membangun rumah ibadah namun kurang dalam memakmurkan tempat ibadah yang telah dibangun tersebut karena itu marilah bersama-sama kita memakmurkan rumah ibadah dalam upaya meningkatkan ibadah dan amalan lainnya dalam rangka meningkat iman dan taqwa,” ajaknya.
Sementara itu Ustadz Drs. Haitami Salim, M. Ag., dalam tausiyahnya mengajak masyarakat untuk selalu meningtkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT terutama melaksanakan ibadah sholat. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj diungkapkan oleh Ketua STAIN Pontianak ini merupakan simbol-simbol kehidupan dalam kemaslahatan umat dengan perintah mengerjakan sholat sebagai oleh-oleh dari peristiwa tersebut. “Maka dari itu sholat adalah mi’rajnya orang mukmin dan sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar,” katanya.
Tak hanya itu ditegaskan oleh Haitami bahwa di dalam sholat tercakup sekaligus konsep Habliminnar dan Habluminannas seperti halnya sholat ditutup dengan salam ini berarti mengucapkan selamat sejahtera dan mendapatkan rahmat Allah SWT. “Terpenting adalah kesadaran untuk memahami toleransi dan pluralitas yang ada ditengah-tengah masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang madani,” tandasnya. (asp)


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007