home news guestbook contact
Minggu, 15 Desember 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Lahan Kering Bisa Hasilkan 4,6 Ton GKP

Pengirim : aspul anwar
Tanggal : 31 July 2008, 6:44 pm


Tanpa kayu dan pertambangan tanpa izin, sebenarnya masyarakat Ketapang bisa tetap makmur. Buktinya, lahan yang menghampar luas menyimpan sejuta kearifan lokal untuk memakmuran dan masa depan yang gemilang.

Seperti di Desa Negeri baru bisa menghasilkan gabah kering panen 4,6 ton per hektar.“Panen raya padi di Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong menghasilkan 4,6 ton gabah kering bpanen di lahan milik Kelompok Tani Sungai Kumpai,” kata Jabidi Erwan S.Sos, staf Perekonomian Setda Ketapang.
Ini merupakan panen raya yang kedua pada tahun 2008 yang dilakukan oleh penduduk setempat. Lahan sawah terletak di tepian Sungai Pawan, desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong. Dalam panen raya itu pada Hari Selasa (29/7) dihadiri Bupati Ketapang yang diwakili Pjw.Kabag Perekonomian G.Musharmarsyah SP, Kepala Dinas Pertanian Ketapang, camat Benua Kayong, Kepala Desa Negeri Baru, para PPL, Mantri Tani dan Ternak, anggota KTNA Desa Negeri Baru dan masyarakat setempat.
“Hampir saja padi unggulan yang ditanamnya gagal panen karena terserang hama (ulat,red), namun karena DUIT (Do’a, Usaha, Ihktiar, dan Tekad) yang kuat sehingga panen raya dapat dilaksanakan dan hasilnya memuaskan,” kata Khairani, Ketua Kelompok Tani Sungai Kumpai. Ia bertekad menjadikan Desa Negeri Baru sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Ketapang. Tekad ini dianggapnya tak mustahil, tetapi harus bisa diwujudkan.
Apalagi, bukti nyata dalam panen raya yang dilakukan hasilnya cukup menjanjikan. Lahan yang luas dan belum tergarap maksimal ini menjadi sebuah modal besar dan tak ternilai pada masyarakat.
Untuk meningkatkan produksi padi, ia punya berharap dukungan dari pemerintah daerah dalam memotivasi petani. Dukungan peningkatan hasil pertanian, tentu saha perlu alsintan (alat-alat dan mesin pertanian). Karena itulah, ia berharap, dapat kiranya pemerintah mendukung pembuatan saluran irigasi di lahan pertanian masyarakat. Sebab, selama ini mulai Desa Negeri Baru, Mayak, Tanjung Pura, Ulak Medang dan sepanjang pesisir Sungai Pawan, belum ada bantuan saluran irigasi. Padahal, seiring program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, salah satunya perlu dukungan irigasi.
Selama ini masyarakat masih mengolah lahan dengan pola dan cara-cara tradisional. Menariknya, walaupun hasil melimpah, ternyata pemupukan juga belum maksimal. Ini membuktikan tanah Kalimantan Barat adalah subur.
Bupati Ketapang, H.Morkes Effendi S.Pd MH, yang diwakili Pjw.Kabag Perekonomian G.Musharmarsyah SP mendukung upaya masyarakat untuk mengolah lahan dalam meningkatkan taraf hidup. Pertanian adalah salah satu sektor andalan dalam menciptakan lapangan kerja. Indonesia, khususnya Kabupaten Ketapang tetap mengedepankan sektor agraris. Pertanian di Indonesia membuktikan, bahwa dengan swasembada pangan mampu menjadikan negara ini stabil dalam perekonomian. Denan stabilitas pada perekonomian, maka negara akanmenjadi kuat. Jiwa mandiri dan berdikari pada masyarakat Ketapang, dalam bersikap arif terhadap lahan harus terus ditingkatkan. Pertanian juga menjanjikan kesejahteraan, apalagi negara-negara di dunia saat ini seiring perubahan iklim mengalami krisis pangan seperti di Benua Afrika.
Potensi lahan yang luas di Ketapang, maka sektor pertanian tetap menjanjikan untuk perbaikan ekonomi masyarakat. (asp)

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007