home news guestbook contact
Kamis, 19 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Menteri Perindustrian Kunker ke Ketapang

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 22 April 2016, 6:47 pm


KENDAWANGAN – Mempersiapkan kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo yang diagendakan pada 21 Mei 2016, tak hanya jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang yang berbenah. Menjelang agenda peresmian PT.Well Harverst Winning (WHW) Alumina Revenery Site Sungai Tengar Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan, sejumlah petinggi negeri ini pun “datang” dari Jakarta ke Ketapang. Jika awal April 2016, Pemkab Ketapang menyambut kedatangan BKPM RI dan Gubernur, kembali giliran Menteri Perindustrian RI Saleh Husin SE.MSi (Kamis,21 April 2016) mengunjungi pabrik alumina terbesar ketiga se Asia di Dusun Sungai Tengar.

Kunjungan Menteri Perindustrian RI tidak lain melihat langsung kesiapan PT.WHW dalam menyambut orang nomor satu di Indonesia. Dalam kunjungan Menteri Perindustrian RI, hadir juga Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH bersama Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto selaku ketua panitia penyambutan Presiden RI. Kedatangan rombongan langsung diterima oleh Wakil Direktur PT.WHW AR, Ronald Sulistyanto dan Mr Li Yu Yong Manager Pabrik WHW.
Menteri Perindustrian RI bersama Gubernur Kalbar dan rombongan juga melihat langsung proses produksi alumina pada pabrik smalter PT.WHW AR Site Sungai Tengar Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. Menteri Perindustrian RI menyambut baik perkembangan investasi untuk PT WHW. Dengan investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.
Wakil Direktur PT.WHW AR, Ronald Sulistyanto menjelaskan pembangunan pabrik WHW dimulai sejak tahun 2013 meliputi lima katagori pembangunan yaitu Alumina Revenery, Power Plant, Red Mud serta Living Quarter dan Jetty untuk priode Juli sampai Maret 2016 Alumina Revenery sudah mencapai 99 persen dengan line satu kapasitas produksi 1 juta SGA. Sedangkan untuk Power Plant 95 persen 80 MW untuk kapasitas produksi 1 juta SGA, Red Mud sudah 100 persen dengan luasan 160 Ha masa pakai 15 tahun bagi produksi SGA 2 juta ton pertahun. Untuk Living Quarter atau perumahan karyawan lengkap dengan fasilitasnya sudah 85 persen serta Jetty sudah 90 persen untuk kapasitas produksi 2 juta SGA dan rencana produksi awal dengan output 2 juta ton yang nilai investasinya 1,2 milyar US dollar,.
“Bahan dasar material dari alumina ini adalah bauksit yang dulunya diekspor langsung bahan mentah namun dengan smalter ini diproses menjadi Metallurgical Grade Bauxite {MGB} selanjutnya akan menjadi Smelter Grade Alumina {SGA},” jelas Wakil Direktur PT.WHW AR, Ronald Sulistyanto didepan Menteri Perindustrian RI dan Gubernur Kalbar.
Berdasarkan data hasil eksplorasi IUP Harita Group [Des 2013] total cadangan bauksit untuk supply PT.WHW sebesar 828 juta ton.Sedangkan total kebutuhan MGB untuk 28 tahun sebesar 153 juta ton. Artinya over supply 675 t juta ton. Disamping itu dikatakanya bahwa WHW juga telah melakukan Program Alih Teknologi bagi 125 orang pemuda pemudi Indonesia ke China dengan mengirim untuk tahap pertama terdiri 44 peserta yakni 40 pria dan 4 wanita untuk belajar bahasa 4 bulan dan 6 bulan magang di China. Untuk tahap kedua terdiri 81 peserta terdiri 77 pria dan 4 wanita juga untuk belajar bahasa selama empat bulan dan magang enam bulan di China.
Untuk nilai strategis PT.WHW AR diungkapkan Sulis mempunyai 6 sasaran strategi yaitu: Pertama, Implementasi amanat UU No.4 Tahun 2009 tentang Minerba. Kedua,Transfer Tekhnologi dan Penyerapan tenaga kerja, diperkirakan antara 2500 - 3800 orang. Ketiga, Meningkatkan nilai tambah ekonomi dan peluang usaha lainnya. Keempat Meningkatkan nilai ekspor. Kelima, Menghemat devisa negara, yaitu Substitusi impor US$ 85 juta pertahun. Dan, keenam Percepatan pembangunan daerah diluar jawa. @

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007