home news guestbook contact
Rabu, 20 November 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tiga Naga Kunjungi Pendopo Bupati Ketapang

Pengirim : andy Candra
Tanggal : 3 March 2015, 2:10 pm


Setelah ritual buka mata di Klenteng Tua Pekkong Jalan Merdeka, selanjutnya tiga ekor naga dan dua barongsai melakukan penghormatan ke rumah dinas Bupati Ketapang di Jalan KH Agus Salim, Selasa (3/2) pagi. Kedatangan atraksi naga disambut langsung Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si dan keluarga. Beberapa kepala SKPD ikut mendampingi Bupati Ketapang.

Atraksi naga dan barongsai di kediaman dinas Bupati Ketapang tidak hanya dipercayai membawa keberkahan bagi tuan rumah. Sisi lain hadirnya naga dan barongsai juga menghibur masyarakat. Tak sedikit warga yang meleintasi Jalan KH Agus Salim menghentikan kendaraannnya untuk menyaksikan atraksi naga yang hanya ditampilkan pada perayaan Imlek dan Cap Goh Meh.
Selain atraksi Naga dan Barongsai yang menyambangi pendopo Bupati Ketapang, rencananya Bupati Ketapang juga akan melepas Pawai Lampion pada Kamis malam (5 Maret 2015). Setiap tahun atraksi Naga dan Barongsai mengunjungi kediaman keluarga besar Drs Henrikus M.Si. Kedatangan Naga dan Barongsai ini diyakini membawa keberkahan bagi tuan rumah yang dikunjungi. Selain itu juga merupakan wujud pelestarian seni dan budaya masyarakat. Menurut Bupati Ketapang, bahwa atraksi Naga dan Barongsai merupakan kekayaan seni dan budaya. Seni dan budaya merupakan sarana pemersatu dan kerukunan masyarakat Ketapang yang hidup beraneka raga budaya dan suku bangsa. Saling menghormati dan membaur dari beragam suku bangsa ini ditunjukkan dengan atraksi naga dan barongsai yang dimainkan warga dari multi etnis. “Ini menunjukkan keharmonisan dari beraneka raga suku bangsa dan budaya yang ada di Ketapang,” tegas Drs Henrikus M.Si.
Sementara itu, Lai Bun Sui dari Panitia Perayaan Imlek membenarkan atraksi Naga dan Barongsai merupakan Perayaan Imlek dan Cap Goh Meh Tahun 2015. Salah satu makna atraksi naga dan barongsai merupakan sarana pelestarian seni budaya sehingga bisa mendorong perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Ketapang. Dalam atraksi naga ini diturunkan tiga naga yang dimainkan masyarakat multi etnis. Kekompakan ini menjadi bagian yang penting untuk mengikat persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Setelah arak-arakan naga, dalam beberapa kedepan akan dilakukan pembakaran Naga yang direncanakan di Payak Kumang. Pembakaran Naga dimaksudkan untuk mengantarkan kembali Dewa Naga ke Nirwana. “Setelah kita undang maka tanggal enam Maret (6 Maret 2015) maka pembakaran nakaga dimaksudkan untuk kita mengantar kembali naga ke nirwana,” ucap Lai Bun Sui, pemuka masyarakat Tionghoa Ketapang.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007