home news guestbook contact
Rabu, 20 November 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pemkab lakukan Sidak Pedagang

Pengirim : ALWIADI.
Tanggal : 3 February 2015, 9:15 pm


Ketapang, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ketapang, Selasa (3/2) menggelar sidak terkait dengan peredaran apel jenis Gala dan Granny Smith dari Amerika tersebut .

Inspeksi mendadak yang di pimpin langsung Kepala Diskop UKM Perindag Ketapang H Syahrani bersama Kasat Pol PP Ketapang Edy Junaidi S.Sos, beserta anggota Dinas Kesehatan Ketapang, Bagian Ekonomi Setda Ketapang, ini dilakukan guna tindak lanjut surat edaran Dirjend Standarisasi dan Perlindungan Konsumen No.10/SPK/SD/01/2015 tentang larangan peredaran apel Gala dan Granny Smith.
Setelah melakukan rapat Tim sidak mulai melakukan penyisiran para penjual buah yang bertebaran di kota Ketapang sebut saja disepanjang Jalan Jendral Sudirman, Brigjend Katamso, DI Panjaitan, Sisingamangaraja, R. Suprapto, MT Haryono, Dipenegoro dan Tim terus menyisir keluar kota Kecamatan Benua Kayong dan Pasar Tuan tuan.
Dari hasil sidak Tim gabungan terhadap peredaran Apel jenis Gala dan Granny Smith di temukan beberapa pedagang buah masih menjual apel tersebut, seperti yang ditemukan Tim di Jalan jembatan Pawan I kelurahan Kauman, tim menemukan salah satu penjual apel gala yang tersisa sekitar 4 kg yang belum terjual.
" Kami tidak tau pak kalau apel jenis ini tidak boleh dijual setelah menonton siaran TV baru kami tau bahwa apel ini tidak boleh di jual " kata Sofariah yang didampingi suaminya.
Setelah mendapat penjelasan dari Tim Ia bersama suaminya langsung memasukan apel yang berwarna hijau tersebut kedalam kardus yang kemudian akan dikembalikan ke agen buah tempat Ia membeli, " Kedatangan kami hanya memberitahukan bahwa jenis apel ini telah dilarang dijual dan ditarik dari peredaran " kata H Syahrani Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ketapang
Sementara itu Tim juga menemukan apel jenis gala dan Granny Smith, yang sudah disimpan dan tidak dijual oleh pedagang karena sudah mengetahui larangan peredaran apel tersebut dari media masa " Saya mengetahui apel ini dilarang untuk dijual makanya kami tidak jual dan disimpan, kalau bapak mau ambil ya silahkan saja saya juga tidak keberatan " kata sorang pemilik kios buah Sunkist pedagang di jalan DI Panjaitan .
Sementara itu Kasat Pol PP Edy Junaidi mengatakan sidak yang dilakukan sifatnya persuasif dengan memberikan penjelasan dan selebaran kepada pedagang buah akan pelarangan peredaran apel Gala dan Granny smith ini.
" Kita himbau pedagang yang ada menyimpan apel tersebut untuk dikembalikan kepada agen, dengan tenggang waktu tetapi kalau pedagang mau menyerahkan, kita akan diambil dan selanjutnya dimusnahkan " kata Kasat Pol PP Edy Junaidi, juga berjanji akan kembali melakukan pengecekan ulang kepada pedagang buah untuk memastikan tidak ada peredaran apel " maut " tersebut.
Apel jenis Gala dan Granny Smith ini sekilas tak tampak berbeda dengan apel-apel yang biasa di jual para pedagang buah dan harga apel ini tak berbeda dengan buah apel biasa, berkisar Rp. 40 ribu perkilo gram, Apel ini dapat menurunkan kolestrol sehingga banyak konsumen yang membeli apel yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007